Baca Juga:
Berliturgi dan Panggilan untuk Merawat Bumi Rumah Bersama

Marciano Almeida Soares OFM 1. Pengantar             Tulisan menguraikan kembali KLIK UNTUK LANJUT MEMBACA

Pandemi covid-19 yang berlangsung sejak bulan Maret 2020 membawa dampak besar di bidang ekonomi. Hal tersebut sangat dirasakan oleh sebagian besar masyarakat sederhana di pinggiran rel kereta api seputaran stasiun Senen-Jatinegara. Wabah corona menimbulkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Menanggapi situasi sulit ini, JPIC-OFM Indonesia bersama pengurus Rumah Singgah St. Antonius Padua melakukan aksi solidaritas dengan mengadakan kegiatan bakti sosial.

            Bakti sosial diadakan pada akhir pekan lalu, Sabtu 4 Juli 2020, dengan membagikan paket bahan pangan kepada warga yang berdiam di pinggir rel kereta api stasiun Senen-Jatinegara. Terdapat 150 paket bahan pangan dibagikan kepada 128 kepala keluarga yang sebagian besar berprofesi sebagai pemulung. Paket bahan pangan yang dibagikan merupakan sumbangan dari donatur yang mempercayakan JPIC-OFM Indonesia dan Rumah Singgah St. Antonius Padua sebagai penyalur bantuan dan solidaritas kepada warga yang membutuhkan. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada warga yang tidak masuk dalam data penerima bantuan sembako dari pemerintah.

Baca Juga:
Yesus: Guru Yang Membebaskan

Kendati tidak menjalankan fungsi formal sebagai seorang Guru dalam pengertian kita, Yesus acapkali disebut “Guru” KLIK UNTUK LANJUT MEMBACA

            Bakti sosial berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam, dimulai pada pukul 16:00 WIB dan selesai pada pukul 17:30 WIB. Pembagian sembako berlangsung selama 45 menit, selebihnya diisi dengan berdialog bersama warga seputar kesulitan selama wabah korona. “Sampai sekarang kami belum menikmati listrik. Kalau malam, kami hanya pakai lampu senter dari power bank. Kami mengecas power bank di rumah tetangga,” celetuk salah seorang warga. Tentu saja, dibalik keluhan tersebut terdapat sejumlah masalah sosial pelik dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

 Kegiatan bakti sosial mendapat respon positif dari warga sebagaimana ditunjukkan melalui antusiasme dan kegembiraan setelah mendapat bantuan. Pembagian bahan pangan dilakukan seraya mengindahkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum dan sesudah kegiatan diadakan, sekaligus mengedukasi warga yang enggan memakai masker.

Sdr. Robert Kabe, OFM
Koordinator Rumah Singgah St. Antonius Padua

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here