Baca Juga:
Estetika Yunani Kuno

Oleh: Yohanes Wahyu Prasetyo OFM Plato (427-347 SM) mengajarkan konsep idea dalam tiga argumen. Pertama, KLIK UNTUK LANJUT MEMBACA

Oleh: Yohanes Wahyu Prasetyo OFM

Metode atau cara kerja ilmiah merupakan sarana ampuh untuk membentuk keyakinan rasional. Namun, tidak semua keyakinan rasional diperoleh melalui metode ilmiah.

Ketika memeroleh bukti dan argumen, keyakinan rasional hendaknya diyakini secara wajar. Hal ini dimaksudkan supaya ilmuwan tidak curiga dan tertipu.

Kepercayaan atau keyakinan dapat didukung dan disangkal dengan metode non-empiris. Kebenaran yang diperoleh dengan metode non-empiris disebut kebenaran konseptual. Kebenaran konseptual diperoleh tanpa harus melakukan observasi.

Meskipun sains diyakini sebagai metode ilmiah yang kuat, tetapi metode non-ilmiah yang rasional juga mempunyai tempat apabila keyakinan yang diberikan masuk akal atau logis. Karena sains hanyalah salah satu cara untuk memeroleh keyakinan yang masuk akal.

Dengan demikian, tidak tepat apabila ilmuwan memutlakkan sebuah cara kerja dan meyakininya sebagai satu-satunya jalan untuk memeroleh kebenaran.

Sumber Bacaan:

Law, Stephen. “Science, Reason, and Scepticism.” Dalam Andrew Capson dan A.C. Grayling (editor). The Wiley Blackwell Handbook of Humanism. Chichester: John Wiley & Sons, 2015, hlm. 55-71.

Baca Juga:
Menguatnya Fundamentalisme Agama dan Sains

Oleh: Yohanes Wahyu Prasetyo OFM Berdasarkan pengamatan Aviezer Ravitzky terhadap gerakan Lubavitch Hasidic Yahudi, setiap KLIK UNTUK LANJUT MEMBACA

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here