JPIC OFM Gelar Webinar Spirit Of Assisi

0
37
Baca Juga:

Jumat, 23 Oktober 2020, komisi JPIC-OFM Indonesia melakukan webinar dengan tema Spirit Of Assisi. Tema webinar kali ini terkait dengan peristiwa bersejarah yang terjadi tiga puluh empat tahun yang lalu di Assisi Italia tepatnya pada tanggal 27 Oktober 1986. Pada saat itu, dalam rangka memperingati hari doa untuk perdamaian sedunia, Paus Yohanes Paulus II mengundang dua belas pemuka agama dari berbagai denominasi untuk berkumpul di Assisi, Italia. Tujuan utama pertemuan itu adalah untuk melakukan dialog antar agama demi terciptanya perdamaian.

Mengapa Assisi? Assisi merupakan tempat asal St. Fransiskus Assisi. Ia dikenal sebagai patron ekologi sekaligus sosok yang mengupayakan perdamaian antar agama. Hal itu berlandaskan pada peristiwa Perang Salib (1219), di mana Fransiskus pergi Damietta, Mesir menghadap Sultan Malik Al-Kamil untuk melakukan upaya perdamaian.

Untuk terus menghidupi semangat perdamaian dan dialog antar agama, maka pada hari ini pihak JPIC mewadahi kebutuhan tersebut dengan malakukan webinar. Webinar berlangsung selama kurang lebih dua jam empat puluh lima menit. Dimulai pukul 16:00-18:45 WIB. Webinar tersebut menghadirkan tiga pembicara Yaitu Rm. Andreas Atawolo, OFM sebagai dosen teologi dogmatik di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, Dr. Mohammad Subhi Ibrahim, M.Hum, salah satu tokoh muda Muslim sekaligus dosen Universitas Paramadina. Pembiacara terakhir adalah Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, M.A, menjabat sebagai Sekretaris Umum PGI, sekaligus aktivis lintas agama dan perdamaian. Webinar dimoderatori oleh Sdr. Yohanes Wahyu Prasetyo, OFM. Secara khusus webinar kali ini berusaha pengejawantahan dialog antar agama sekaligus membahas dokumen Fratelli Tutti dan Human Fraternity.

Rm. Andre mencoba melihat konteks dialog antar agama dari sudut pandang agama Katolik dengan berkaca pada Ensiklik Fratelli Tutti dan dokumen Human Fraternity. Selanjutnya Rm. Andre berusaha melihat lebih jauh terkait dengan relevansi kedua dokumen tersebut dengan konteks Indonesia saat ini. Sementara itu, Dr. Subhi berusaha melihat hubungan antara Islam dan Kristen dengan berkaca pada dokumen Human Fraternity For World Peace and Living Together. Dr. Subhi juga mengkaitkannya dengan konteks Indonesia saat ini yang sangat membutuhkan dialog antar agama.

Sementara itu, Pdt. Jack berusaha melihat hal-hal konkrit yang dapat dilakukan sebagai bentuk pengejawantahan Spirit of Assisi di Indonesia. Salah satu upaya yang ditawarkan adalah dengan membangun dialog dan perdamaian yang berbasiskan masyarakat. Upaya yang ditawarkan ini berangkat dari teladan yang ditunjukkan St. Fransiskus Assisi yang selanjutnya terus dihidupi sampai saat ini.

Kegiatan webinar ini berlansung dengat sangat baik, dan mendapat respon yang sangat baik dari peserta. Hal itu ditunjukkan dengan antusiasme peserta untuk bertanya dan berdiskusi.

Robertus Kabe, OFM.

Baca Juga:
Hutan Adalah Ibu: Belajar Menjaga Kelestarian Hutan Dari Masyarakat Dayak Meratus

Salah satu persoalan ekologis yang diangkat oleh Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si’ adalah perubahan KLIK UNTUK LANJUT MEMBACA

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here