Rumah untuk Semua? Membarui Oikos Tuhan

0
160

Oleh: Yohanes Wahyu Prasetyo OFM

Tema masa ciptaan (season of creation) 2021 yaitu “Rumah untuk Semua? Membarui Oikos Tuhan” (A Home for All? Renewing the Oikos of God). Pemazmur menegaskan demikian, the Earth is the Lord’s and all that is in it. Hal ini menunjukkan bahwa setiap makhluk milik komunitas bumi (Earth community). Selain itu, seluruh komunitas adalah milik Sang Pencipta (Creator). Kata Yunani oikos dapat diartikan sebagai komunitas bumi. Oikos berasal dari kata oikumene yang menggambarkan rumah bersama (common home), milik Tuhan.

Terdapat relasi integral yang menopang dan memungkinkan kesejahteraan Bumi (wellbeing of the Earth). Terkait hal ini, ekologi (oikologia) melukiskan relasi di antara hewan, tumbuhan, dan mineral yang memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan (balance) komunitas Bumi. Setiap makhluk mempunyai kontribusi pada kesehatan dan ketahanan ekosistem keanekaragaman hayati. Perlu diketahui bahwa relasi yang dibangun manusia mengandung makna ekologis. Pada tataran tertentu relasi ekonomi (oikonomia), sosial, dan politik mempengaruhi keseimbangan ciptaan.

Segala sesuatu yang manusia kerjakan, gunakan, dan hasilkan berasal dari Bumi. Kebiasaan manusia mengonsumsi energi dan barang mempengaruhi ketahanan sistem planet, kapasitas Bumi memulihkan dirinya sendiri dan mempertahankan kehidupan (sustain life). Relasi ekonomi dan politik berdampak pada manusia dan oikos Tuhan. Dalam Kejadian 2:15 dikatakan, TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Hal ini mengingatkan manusia bahwa di antara sesama makhluk, Sang Pencipta memberikan panggilan khusus kepada manusia untuk memelihara oikos Tuhan.

Mempertahankan relasi ekologi, sosial, ekonomi, dan politik yang adil membutuhkan iman, akal budi, dan kebijaksanaan. Iman mengingatkan manusia bahwa dirinya bukanlah penatalayan (stewards) dari ciptaan lainnya, tetapi pemelihara (caretakers) komunitas ciptaan yang dinamis dan hidup. Karena Bumi dan segala isinya merupakan rahmat yang dipercayakan kepada manusia. Manusia dipanggil bukan untuk mendominasi (to dominate), tetapi untuk menjaga (to safeguard). Menjaga kondisi kehidupan dan menciptakan ekonomi, teknologi, dan politik yang berakar pada batas-batas ekologis. Manusia diharapkan memberikan perhatian pada sistem dan proses alam, tradisi yang diwarisi, dan wahyu Tuhan dalam Firman serta Roh.

Selama berabad-abad manusia (anthropoi) mengatur hidup dan ekonomi berdasarkan logika pasar daripada batas-batas Bumi (the limits of the Earth). Logika palsu tersebut mengeksploitasi oikos Tuhan dan menjadikan ciptaan lainnya sebagai sarana untuk mencapai tujuan ekonomi serta politik. Eksploitasi tanah, tumbuhan, hewan, dan mineral dimaksudkan untuk mendapatkan keuntungan. Hal ini mengakibatkan hilangnya habitat yang merupakan rumah bagi jutaan spesies. Termasuk manusia yang rumahnya terancam akibat konflik dan kerusakan iklim. Realitas memperlihatkan bahwa manusia yang menjunjung tinggi antroposentrisme mempercepat ketidakstabilan ekologi. Sejatinya kebijaksanaan memungkinkan manusia menemukan jawaban dan jalan untuk membangun ekonomi hijau (green economies) dan sistem politik yang adil serta menopang kehidupan planet dan manusia.

Iman memberikan kepercayaan kepada manusia bahwa Roh Tuhan senantiasa memperbarui bumi. Dalam perspektif harapan tersebut panggilan baptisan yang diterima manusia membebaskannya untuk kembali ke dalam panggilan untuk menggarap dan memelihara taman Tuhan (God’s garden). Melalui Kristus, Tuhan memanggil manusia untuk berpartisipasi memperbarui Bumi, menjaga setiap makhluk, dan mereformasi relasi yang adil di antara semua ciptaan. Oleh karena itu, setiap rumah tangga dan masyarakat harus bertobat serta membentuk sistem politik, sosial, dan ekonomi yang adil serta berkelanjutan. Menghormati batas-batas ekologi yang memberi kehidupan untuk rumah kita bersama. Memastikan semua makhluk menemukan rumah mereka untuk berkembang dan berpartisipasi memperbarui oikos Tuhan.

Sumber Bacaan:

Adrianos, Louk dkk. A Home for All? Renewing the Oikos of God. https://seasonofcreation.org/wp-content/uploads/2021/05/2021-SOC-Full-Guide.pdf.  Diakses pada 3 September 2021 pukul 18.12 WIB.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here