Hari ke-5 (23 Agustus)

Mengunjungi Rumah Panjang Saham, Landak, Kalimantan Barat

Setelah mendalami materi dari P. Wiliam Chang, OFMCap dan belajar bersama Rm. Paschal, Pr, selama beberapa hari, peserta kegiatan INFO JPIC berkesempatan untuk melakukan outing. Panitia mengatur dan memfasilitasi kegiatan ini. Ada beberapa tempat yang dikunjungi oleh peserta, salah satunya kunjungan ke Anjungan dan Rumah Panjang Saham di Kalimantan Barat. Peserta INFO berangkat dari Pontianak pkl. 06. 00 WIB, tiba di Desa Saham sekitar pkl. 13. 00 (sebelum ke Desa Saham peserta singgah di Gua Maria dan Rumah Retret St. Yohanes Paulus II di Anjongan Kalimatan Barat).

Sambutan Hangat Warga Saham

Warga Desa Saham menyambut kedatangan peserta kegiatan INFO dengan ramah dan hangat. Sebelum masuk ke Rumah Panjang, kami disambut secara adat dan tari-tarian yang sungguh luar biasa. Perjalanan yang agak jauh cukup terobati ketika berjumpa dengan warga dan menikmati keindahan alam di Desa Saham serta keunikan Rumah Panjang. Warga Saham sungguh bersuka cita karena dikunjungi oleh biarawan dan biarawati Fransiskan dari seluruh pelosok tanah air. Untuk menyempurnakan rahmat perjumpaan ini, peserta kegiatan INFO makan bersama dengan warga Saham. Menu makanannya pun sangat spesial: ayam kampung, ikan dan beberapa jenis makanan khas orang Dayak.

Berdasarkan informasi dari warga setempat, Rumah Panjang Saham yang terletak di Desa Saham, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat ini merupakan rumah adat terpanjang se-Indonesia dengan panjang lebih dari 150 meter dengan ditopang kayu belian setinggi 2,5 hingga 3 meter. Warga yang tinggal di dalam Rumah Panjang Saham ini sekitar 80-an KK (Kepala Keluarga).

Sebelum pulang ke Pontianak, kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama warga sebagai kenang-kenangan. Semua peserta tiba di wisma Imaculata (tempat terselenggaranya kegiatan INFO JPIC) pkl. 22. 30 WIB.

Hari Ke-6 (24 Agustus 2023)

Presentasi dari Masing-Masing Regio

Biasanya dalam pertemuan INFO JPIC, selalu ada sesi di mana masing-masing wilayah kerja (Regio) mempresentasikan hasil kegiatan mereka selama 1 tahun. Dalam keputusan rapat INFO JPIC tahun 2022 di Gunung Sitoli, Nias, disepakati untuk membagi wilayah kerja kegiatan JPIC per-regio dengan fokus kegiatanya masing-masing. Tujuan pembagian ini adalah agar para saudara dan saudari bisa bekerja sama dalam mewujudkan dan memperjuangkan nilai-nilai JPIC di wilayahnya masing-masing. Ada beberapa regio yang telah disepakati waktu itu: Regio Jawa mencakup wilayah Jakarta, Lampung dan Palembang. Regio Kalimantan, Nias, Medan dan Papua yang mencakup wilayah Papua dan Manado.

Setiap Regio diberi kesempatan untuk mempresentasikan kegiatan-kegiatannya. Masing-masing wilayah memperlihatkan sejumlah kegiatan terutama berhubungan dengan kerja bersama dalam mewujudkan nilai keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan (JPIC). Seluruh laporan dari masing-masing wilayah tersebut sangat menarik dan inspiratif.

Sesi yang terakhir pada hari yang ke-6 ini adalah menyusun program kerja untuk masing-masing regio. Masing-masing regio diberi kesempatan berdiskusi dan memikirkan bersama program kerjanya selama tahun 2023 sampai 2024. Isu sentral yang hendak dimasukan dalam rancangan program masing-masing entitas adalah perdagangan manusia (Human Trafficking).

Hari ke-7

Acara Puncak

Jumat, 25 Agustus merupakan puncak dari seluruh kegiatan INFO JPIC 2023. Seluruh rangkaian acara ini ditutup dengan kesimpulan umum dari Pater Fridus Derong, OFM, selaku ketua INFO JPIC periode 2022-2025. Pertemuan hari terakhir ini juga dihadiri oleh Pater Mikael Peruhe, OFM selaku ketua PTF (Petinggi Tarekat Frasiskan) dan minister Provinsi OFM Indonesia. Pater Mike, OFM, begitu ia biasa disapa, menegaskan beberapa hal kepada semua peserta kegiatan INFO JPIC.

Pater Mike, OFM mendorong peserta untuk mengambil tindakan konkret dalam mengintegrasikan nilai-nilai Fransiskan dengan semangat Keadilan, Perdamaian, dan Integritas Ciptaan (JPIC). Beliau menegaskan sekali lagi seruan Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudato Si’ yang berbicara tentang ekologi integral, sebagai warisan spiritual Santo Fransiskus yang menghubungkan Tuhan dengan alam dalam segala aspek pandangan hidupnya.

Beliau menegaskan bahwa semangat ini mendorong para Fransiskan untuk memandang semua ciptaan sebagai saudara, menghidupi nilai-nilai kasih dan perhatian terhadap lingkungan. Hidup kita selalu dan senantiasa terkoneksi/terhubung dengan makhluk ciptaan yang lain.

“Santo Fransiskus menghayati semua ciptaan manusia dan alam sebagai saudara. Maka seluruh gerakan Fransiskan adalah nilai-nilai JPIC,” tuturnya. Beliau menambahkan bahwa “nilai-nilai JPIC yang kita sedang hayati saat ini sebagai DNA kita sebagai Frasiskan”. Karena itu, pater Mike, OFM, mengajak semua peserta untuk menyadari secara lebih serius nilai-nilai Fransiskan itu, yang termaktub di dalamnya 2 paru-paru yaitu kedinaan dan minoritas. Kesetiaan pada hal-hal ini, dan menjaga konsistensi menjadi kunci. Beliau juga menghimbau supaya ke depannya kalau bisa ada kursus-kursus, sebab gerakan kita ini ada dasarnya. Menanamkan semangat JPIC bukan hanya teori tetapi juga wujudnya dalam seluruh karya dan pelayan kita sebagai Fransiskan.

Kegiatan hari terakhir ini ditutup dengan perayaan Ekaristi. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pater Mike, OFM didampingi oleh para imam yang lain yang menjadi peserta kegiatan INFO JPIC 2023. Setelah misa peserta makan bersama dan ada yang langsung kembali ke tempatnya masing-masing. Sementara peserta yang lain pulang pada hari berikutnya Sabtu, 26 Agustus 2023. See you net time, till meet again!

Selesai.

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here