Galau Andong Pada Puku

Suasana petang ini sungguh berbeda dari sebelumnya. Hujan turun tiada henti seakan hendak menyiram semua pahumaan (ladang) masyarakat Dayak Meratus yang lama merana dilanda kekeringan. Listrik padam sejak siang. Sunyi sepi...

Aku ingin

(Ketika korona melayangkan inginnya) Di ruangan isolasi seorang dokter membuka percakapan. Koro, begitu sapaan dokter kepadanya sejak mereka merengkuh persahabatan dibalik seragam APD. Apa yang sedang kau cari di dunia yang kian kelam? Semenjak datangmu...

Surat Nasib

Surat Nasib Kutulis surat ini dengan butir butir nasi dalam sebilah piring yang hampir kosong kepada pencari nasi demi sesuap nasib. Di negeri yang kau sangka bisa menolong kepada ibu-bapak di kampung kepada saudara-saudari di kebun sajak-sajak pamit...

Buruh

TAK banyak yang bisa direkam dari setiap lelah yang terjadi di pundak. Bisa rasa sakit, bisa kemarahan. Dapat juga air mata, darah yang mengucur, tetapi juga beban yang berpindah ke hati....

Suatu Hari Bersama Verena

"Aku mencintaimu, Veren, sahabatku yang paling baik, sekuat aku mencintai negeri kesayangan kita ini, dan juga sehebat aku mencintai diskusi-diskusi hangat kita ketika bergegas ke sekolah" (Eldis M. Jebatu) Aku terdiam melihat...

Setumpuk Kayu Limbah

Sastra-JPIC OFM Indonesia, Sutar lulus dari SMP, tentu saja dia senang. Tapi sesudah lulus lalu mau ke mana? Dulu Tarni, kakak perempuannya, sesudah lulus SMP lalu kursus menjahit, merantau...

Aku: BURUH!

SASTRA_JPIC OFM Indonesia, Aku: buruh! Sudah sekian waktu lamanya hidupku gantungkan pada pekerjaan kasar seperti ini. Bahkan, hampir separuh dari waktu hidupku lebih banyak kuhabiskan untuk berada di gudang bahan mentah,...

Si Wajah Daun Sirih

"Tapi jalan hidup tidak selalu sesuai dengan rencana orang yang mau menjalaninya." Sastra-JPIC OFM Indonesia, Dua hari yang lalu telah dilaksanakan doa untuk memperingati satu tahun meninggalnya sang istri. Mulyanta setuju pada...

[Cerpen Iwan Jemadi] Amin

Amin masih merasa aman, meskipun ia tak lagi beriman. “Apa gunanya beriman jika tanpanya hidup terasa lebih nyaman?” tanya Amin suatu ketika. Tidak kepada siapa-siapa, selain untuk dirinya sendiri. Ia tidak memberikan...

[Puisi Nana Lalong] Sajak di Tiga Harilalu

/1/ Para Pembunuh Kopi kami tanam kopi datang kalian beriring-iringan mengarak chain saw, membabat dengan saleh: jaga hutan lindung babat pohon. Lelah membabat, kamu hirup kopi penuh selera diseduh dari air mata kami yang mendidih dalam panas api kebencian. Sisa...

ARTIKEL TERBARU

BANYAK DIBACA