
BUKU BARU
Judul: Antropologi Lalong Rombeng: Diskursus Pulang Kampung / Penulis: Yohanes Sevi Dohut OFM / Editor: Rian Safio dan Yohanes Wahyu Prasetyo OFM / Penerbit: JPIC OFM Indonesia / Tahun Terbit: 2026 / Kota Terbit: Jakarta / Tebal Buku: xxxviii + 287 halaman
SINOPSIS
Buku “Antropologi Lalong Rombeng: Diskursus Pulang Kampung” yang ditulis Yohanes Sevi Dohut OFM diuraikan ke dalam sejumlah pokok bahasan. Pengantar. Prolog: Heran Saja, Gugatan, Diskursus Lalong Rombeng. I. Apa itu Lalong Rombeng? (a) Titik Tolak: “Lalong Bakok … Lalong Rombeng”, (b) Sebuah Ritus, (c) Harapan Sosial, (d) Pribadi: Modus Eksistensi Personal dan Sosial, (e) Lalong Rombeng: Sebuah Paradoks Kehidupan. II. Kelupaan akan Lalong Rombeng: (a) Pemaknaan Sukses sebagai Pencapaian Privat, (b) Mentalitas Ogah Pulang, (c) Pulang untuk Pergi Lagi, (d) Pulang-Pensiun, (e) Terpaksa Pulang, (f) Kampung dan Kelupaan akan Lalong Rombeng. III. Membincang Lalong Rombeng. IV. Empo Paju: Manusia Berkeutamaan Lalong Rombeng: (a) Pulang: Sebuah Tanggung Jawab, (b) Pulang: Peristiwa Sosial, (c) Pulang: Keteguhan Batin, (d) Pulang: Kesempatan Menikmati atau Membangun?, (e) Pergi dan Pulang dengan Mimpi, (f) Empo Paju: Lalong Rombeng sebagai Modus Eksistensi. V. Antropologi Lalong Rombeng: (a) Komunitas dan Identitas, (b) Rumah Adat Manggarai: Mbaru Tembong atau Mbaru Gendang?, (c) Tripartit Mbaru Gendang: Pendakian Menjadi Lalong Rombeng, (d) Manusia Religius dan Kelahiran Kembali, (e) Siri Bongkok: The Sacred Pole, Penghubung Lintas Pos. VI. Lalong Rombeng: Visi Manusia Integral dari Manggarai: (a) Perluasan Ngaung: Menjadi Lalong Rombeng di Tengah Krisis Bate Ka’eng, (b) Lalong Rombeng: Manusia Integral dan Langka, (c) Kaitan Ayam Jago, Mori Jari Dedek, dan Menjadi Lalong Rombeng, (d) Mengapa Jago-jago Berkokok: Ayam Jantan sebagai Penggerak Etos Kerja, (e) Benang Merah: Ekologi Integral yang Berakar dalam Budaya Lokal, (e) Membaca Cerita Rakyat “Mengapa Jago-jago Berkokok” dalam Perspektif Actor-Network Theory. VII. Yesus Kristus: Lalong Rombeng Sejati: (a) Kegelapan Ngaung: Kristus Terang Bangsa-Bangsa, (b) Ideal Bate Ka’eng: Membangun Kerajaan Allah, (c) Lobo: Harapan, (d) Lalong Rombeng di Persimpangan Jalan, (e) Apakah yang Hakiki Itu Tunggal?, (f) Lalong Rombeng dan ‘Ayam-Petrus’. VIII. Mistik Pulang Kampung Santo Fransiskus Assisi dan Pembebasan Integral kaum Tertindas: (a) Mistik Pulang Kampung, (b) Pembebasan Integral kaum Tertindas, (c) Fransiskus: Manusia yang Terbebaskan, (d) Fransiskus sebagai Manusia yang Dibebaskan dari Sistem, (e) Fransiskus dan Dunia yang Baru, (f) Fransiskus: Manusia yang Membebaskan, (g) Strategi Pembebasan Santo Fransiskus, (h) Fransiskus: Manusia Bebas, (i) Pulang ke Kuni agu Kalo sebagai Jalan Pembebasan, (j) Mori Jari Dedek, Kuni Agu Kalo, (k) Pulang ke Kuni agu Kalo dalam Perspektif Mistik profetik. Daftar Pustaka. Epilog I. Epilog II.

















