Senin Prapaskah II

 Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi (Luk 6:37-38).

RENUNGAN, JPIC OFM Indonesia– Yesus mengarahkan kata-kataNya yang keras bagi mereka yang berpikir bahwa hidup rohani mereka lebih dibanding orang lain.

Fransiskus juga menyadari bahwa kegagalan menjadi sarana untuk melatih mereka yang telah menyerahkan segala sesuatu untuk mengikutiNya dalam komitmen injili, untuk hidup dalam kemiskinan, doa dan pertobatan.

Baca Juga: Prapaskah Bersama St. Fransiskus Assisi: “Biasa dan Istimewa”

Fransiskus menekankan kepada saudara-saudaranya supaya mereka melatih hidup mereka sendiri dari pada menunjuk pada orang lain. Dia berkata dalam Anggaran Dasar (1223): Mereka kunasihati dan kuajak, agar jangan menghina dan menghakimi orang-orang yang dilihatnya mengenakan pakaian yang halus dan berwarna-warni, menikmati makanan dan minuman yang enak-enak; tetapi lebih baik setiap orang menghakimi dan menghina dirinya sendiri. (AngBul II:17)

Kita akan selalu berjumpa dengan orang-orang yang lebih baik dari kita atau lebih buruk dari kita baik secara manusiawi, sosial maupun spiritual. Jika kita mulai membuat perbandingan-perbandingan, maka kemudian kita akan membuat penghakiman entah tentang mereka entah tentang diri kita sendiri. Ketika melakukan itu, maka segera kita kehilangan pandangan tentang siapa kita: individu-individu unik yang diciptakan dan dicintai oleh Allah karena diri kita sendiri, bukan karena penilaian yang kita buat.

Doa St. Fransiskus
Di mana ada kemiskinan bersama sukacita, di situ tidak ada ketamakan dan kekikiran. Di mana ada ketenangan dan samadi, di situ tidak ada kecemasan dan kebingungan. Amin.)***

Franski OFM

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × five =