Rabu Prapaskah II
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu. (Mat 20:26-27)
RENUNGAN, JPIC OFM Indonesia – Sebagaimana kita lihat dalam Injil hari ini, Yesus harus berurusan dengan para pengikutNya yang memperebutkan posisi dalam kekuasaan. Ia berusaha untuk menunjukkan kepada mereka bagaimana hidup kristiani harus berbeda dengan kebiasaan masyarakat di sekitar mereka – dan mungkin juga dengan struktur keagamaan di masa itu. Fransiskus menekankan hal ini juga. Ia menuliskan hal ini di Anggaran Dasar dan bahkan ia menyerahkan kepemimpinan ordonya sendiri kepada saudara lain.
Dalam hal itu semua saudara hendaknya jangan bertindak sebagai penguasa atau tuan, khususnya di antara mereka sendiri. Sebab Tuhan berfirman dalam Injil: Para pemimpin bangsa-bangsa merajai mereka, dan para pembesar menguasai mereka; tidaklah demikian di antara saudara-saudara. Tetapi siapa yang ingin menjadi terkemuka di antara mereka, hendaklah menjadi pelayan dan hamba mereka; dan yang terbesar di antara mereka, hendaklah menjadi yang paling kecil (AngTBul V:9-12).

Baca Juga: Prapaskah Bersama St. Fransiskus: “Milik Kita Sendiri”

Kepemimpinan hamba secara terus menerus menjadi konsep yang sulit, mungkin karena begitu banyak organisasi bisnis dan politik menjadikan jabatan dan kekuasaan sebagai tujuan pada dirinya. Sikap Yesus sangat jelas bahwa jika kita mengikuti jalanNya, kita perlu memeluk model perendahan diriNya. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan selalu mengingatkan diri sendiri bahwa seluruh kekuasaan hanyalah milik Allah.
Doa St. Fransiskus
Engkaulah Tuhan Yang Kudus, Allah satu-satunya, yang melakukan keajaiban-keajaiban. Engkau kuat, Engkau besar, Engkau mahaluhur, Engkaulah Raja Yang Mahakuasa. Amin.
Franski OFM

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen − eleven =