Argumen Pluralis dalam Sekularitas
Oleh: Yohanes Wahyu Prasetyo OFM
Argumen pluralis menegaskan dua prinsip. Pertama, dunia sosial dan politik modern diresapi oleh keragaman serta perbedaan. Kedua, pemerintahan sekuler merupakan...
Argumen Keadilan dalam Sekularitas
Oleh: Yohanes Wahyu Prasetyo OFM
Argumen keadilan menegaskan dua prinsip. Pertama, negara tidak boleh mendiskriminasi warga negara secara sewenang-wenang. Kedua, negara tidak boleh membeda-bedakan antara...
Hari Doa Sedunia dan Kesadaran Menentang Perdagangan Manusia
Oleh: Yohanes Wahyu Prasetyo OFM
Perlu diketahui bahwa 30 Juli ditetapkan sebagai hari dunia menentang perdagangan manusia. Terkait hal ini, peringatan hari doa sedunia dan...
Pentingnya Pemerintahan Sekuler
Yohanes Wahyu Prasetyo OFM
Menurut para humanis, negara harus didasarkan pada pemerintahan sekuler (secular polity). Sebagaimana ditegaskan Alan Haworth, pemerintahan sekuler terejawantah apabila mempunyai rancangan...
Gagasan Erich Fromm Mengenai Hidup Otentik
Oleh: Yohanes Wahyu Prasetyo OFM
Erich Fromm (1900-1980) merupakan anggota Institut Psikoanalitik Frankfurt (Frankfurt Psychoanalytic Institute) yang berupaya mengintegrasikan gagasan Sigmund Freud tentang ketidaksadaran (unconscious)...
Gagasan Theodor Adorno Mengenai Pribadi Otoriter, Anti-Semitisme, dan Psikodinamika Modernitas
Oleh: Yohanes Wahyu Prasetyo OFM
Theodor Adorno menganggap penting mempelajari patologi budaya (terutama fasisme) secara sosiologis dan psikologis. Menurut Adorno, meneliti peran otoritarianisme irasional dalam...
Gagasan Max Horkheimer dan Theodor Adorno Mengenai Dialektika Pencerahan
Oleh: Yohanes Wahyu Prasetyo OFM
Theodor Adorno (1903-1969) dan Max Horkheimer (1895-1973) menulis buku berjudul Dialektika Pencerahan (Dialectic of Enlightenmen) pada 1944 ketika berada di...
Sekilas Tentang Teori Kritis Mazhab Frankfurt
Oleh: Yohanes Wahyu Prasetyo OFM
Mazhab Frankfurt atau generasi pertama teori kritis biasanya mengacu pada karya para cendekiawan neo-Marxis Jerman. Para cendekiawan tersebut berhasil melampaui...
Teori Sosial Max Weber (1864-1920) Mengenai Modernitas Sebagai Sangkar Besi
Oleh: Yohanes Wahyu Prasetyo OFM
Periode kontemporer didominasi kecepatan (speed), di mana produksi, konsumsi, kredit, relasi, dan perjalanan bersifat cepat. Kecepatan dan akselerasi merupakan inti...
Teori Sosial Émile Durkheim (1858-1917) Mengenai Modernitas Sebagai Ikatan Moral
Oleh: Yohanes Wahyu Prasetyo OFM
Masyarakat modern ditandai paradoks, di mana individualisme (individualism) dan kebebasan (freedom) manusia bersinggungan serta mencabut harapan (expectations) dan kewajiban (obligations)...





























