Surat Nasib

Surat Nasib Kutulis surat ini dengan butir butir nasi dalam sebilah piring yang hampir kosong kepada pencari nasi demi sesuap nasib. Di negeri yang kau sangka bisa menolong kepada...

Setumpuk Kayu Limbah

Sastra-JPIC OFM Indonesia, Sutar lulus dari SMP, tentu saja dia senang. Tapi sesudah lulus lalu mau ke mana? Dulu Tarni, kakak perempuannya,...

Puisi-Puisi Pater Virgi OFM

Jejak Yang Lain Masih di jalan yang sama Melangkah dengan sedikit keyakinan Aneka rupa datang silih berganti Ruas-ruas perjalanan semakin menggairahkan Tampak keceriaan menguasai ragamu Mengalir dari kedalaman jiwa Kau menikmatinya...

[Puisi Nina Sulastriningrum ] Selalu di Hatiku

1/ Menunggumu Biar hati berselimut luka Senandung kesedihan pun tercipta Luka hati yang kian menjadi Suka, duka, datang, dan silih berganti   Detik waktu seakan tidak terhenti Terkenang masa indah yang telah...

Aku ingin

(Ketika korona melayangkan inginnya) Di ruangan isolasi seorang dokter membuka percakapan. Koro, begitu sapaan dokter kepadanya sejak mereka merengkuh persahabatan dibalik seragam APD. Apa yang sedang kau...

[Cerpen Iwan Jemadi] Amin

Amin masih merasa aman, meskipun ia tak lagi beriman. “Apa gunanya beriman jika tanpanya hidup terasa lebih nyaman?” tanya Amin suatu ketika. Tidak kepada siapa-siapa,...

Kumpulan Puisi Pater Virgi OFM

Senja, Kopi dan Kabut Sekelebat romansa senja baru saja usai Sedang aku masih dengan secangkir kopi Asapnya masih mengepul dengan khas aroma kopi tumbuk Aku terhenyak Sadar... Sepenuhnya Romansa yang barusan...

BELAJAR MENJADI MANUSIA: Sebuah Pembacaan atas Novel O

“Siapakah manusia?” Ini sebuah pertanyaan penting filsafat manusia, yang jawabannya bisa merupakan sebuah kesunyian panjang. Manusia sangatlah kompleks untuk didefinisikan. Para filosof dalam sejarah filsafat...

[Cerpen] Lelaki Pemuja Jejak di Nanga Rawa

LELAKI ITU menghabiskan seluruh waktunya di pantai. Hari berganti menjelma Minggu. Minggu bergulir menjadi bulan yang juga terus bergerak menjadi tahun. Lelaki itu seperti...

Raga dan Kata Warga Batas

Raga dan Kata Warga Batas 1. Matahari belum lagi terbit semilir angin pagi menerpa tubuh para penghuni. Sebagian sudah bergerak bersama peliharaan seakan berarak ke arah padang lain masih menyeruput...

ARTIKEL TERBARU

BANYAK DIBACA